Profil Desa
Tentang Kami
Visi Misi Desa
Visi
Misi
Sejarah Desa
Pada zaman dahulu, perdukuhan yang ada di desa Dlimas (dukuh Kebonsari, dukuh Dlimas, dan dukuh Jetis) itu berdiri sendiri menjadi kelurahan yakni desa Kebonsari, desa Dlimas, dan desa Jetis. Atas musyawarah sesepuh dari desa tersebut akhirnya beberapa desa bergabung menjadi satu desa yaitu desa Dlimas yang didalamnya itu terdiri atas tiga dukuh yang sudah disebutkan sebelumnya. Dulunya desa Dlimas masuk wilayah kecamatan Limpung, setelah tanggal 22 November 2007 desa Dlimas salah satu desa yang menjadi wilayah pemekaran kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Melihat sejarah masa lalu sebagai Kepala Desa :
- Mbah Sikar periode pertama
- Mbah Sapingi periode kedua
- Sudiro ditahun 1955-1991 berhasil mendirikan balai desa Dlimas yang megah pada tahun 1955 melebihi pak Soeharto
- Kyai Basyari dari tahun 1991-1999 berhasil dengan pengerasan seluruh jalan desa dan rehap jembatan desa
- Sunarto berhasil membuat kantor desa Dlimas dari tahun 1999-2007
- Suharsono dari tahun 2007-2019
- Sukiswo dari tahun 2020 s/d sekarang
Di desa Dlimas terdapat dua makam keramat. Makam keramat yang pertama adalah makam Mbah Sangijo dan yang kedua makam Mbah Ronggo. Keduanya adalah prajurit dari pangeran Diponegoro. Mereka disebar diseluruh plosok untuk mengantisipasi para penjajah Belanda.
- Makam Mbah Sangijo, terdapat di dukuh Jetis desa Dlimas. Mbah Sangijo adalah nama samaran sedang nama aslinya adalah Syech Jangkung. Menurut cerita yang beredar di masyarakat mbah Sangijo adalah orang sakti. Beliau bisa berkomunikasi dan bertamu dengan makhluk halus. Dahulu kala, penduduk sekitar masih mempercayai ketika terdapat salah seorang warga yang sakit maka, untuk menyembuhkannya dapat menggunakan potongan patok makam Mbah Sangijo yang dicelupkan ke air putih dan ketika warga yang sakit meminum air tersebut dipercaya akan langsung sembuh. Akan tetapi, seiring berjalannya zaman kepercayaan tersebut sedikit demi sedikit luntur.
- Makam Mbah Ronggo, terdapat di dukuh Kebonsari desa Dlimas. (sumber: K.H. Basjari, Tokoh Masyarakat Desa Dlimas).
Geografis
Secara geografis Desa Dlimas terletak pada posisi 7,9676° Lintang Selatan dan 111,4312° Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa dataran yaitu sekitar 128 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS Kabupaten Batang tahun 2018, selama tahun 2018 curah hujan di Desa Dlimas rata-rata mencapai 4.400 mm. Curah hujan hampir sepanjang tahun tidak ada musim kemarau, yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2016-2018.
Jarak tempuh Desa Dlimas ke ibu kota kecamatan adalah 1,5 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 17 km, yang dapat ditemuh dengan waktu sekitar 1 jam.
Desa Dlimas terletak di sebelah Selatan sekitar 35 km dari kota Batang dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
- sebelah utara : Desa Banyuputih
- sebelah timur : Desa Pungangan Kecamatan Limpung
- sebelah selatan : Desa Kalisalak Kecamatan Limpung
- sebelah barat : Desa Mangunharjo Kecamatan Subah
Demografis
Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2016, jumlah penduduk Desa Dlimas adalah terdiri dari 699 KK dengan jumlah total 2.251 jiwa, dengan rincian 1.142 laki-laki dan 1.109 perempuan. Adapun rincian sebagai berikut:
Jumlah Penduduk menurut Golongan Umur
Data ini bermanfaat untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk dan mengetahui jumlah angkatan kerja yang ada. Data penduduk menurut golongan umur di Desa Dlimas dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini:
Tabel 1
Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur
| Golongan Umur | Jumlah | Keterangan |
| 0 bulan – 15 tahun | 494 | |
| 16 tahun – 65 tahun | 1.535 | |
| 66 tahun keatas | 222 | |
| Jumlah | 2.251 |
Jumlah Penduduk menurut Agama
Ditinjau dari segi agama dan kepercayaan masyarakat Desa Dlimas mayoritas beragama Islam, dengan rincian data sebagai berikut:
- Islam : 2.248 Orang
- Kristen : 3 Orang
- Katolik : - Orang
- Hindu : - Orang
- Budha : - Orang
Jumlah Penduduk menurut Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan berpengaruh pada kualitas sumberdaya manusia. Proses pembangunan Desa akan berjalan dengan lancar apabila masyarakat memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Akses untuk mendapatkan pendidikan jauh lebih mudah karena jarak tempat pendidikan baik tingkat SD sampai SMA dekat dengan pemukiman warga, akan tetapi kalau dilihat dari data statistik masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat merupakan suatu permasalahan yang harus segera dipecahkan terutama dalam membangun kesadaran masyarakat akan arti pentingya pendidikan. Data penduduk menurut tingkat pendidikannya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2
Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
| No | Tingkat Pendidikan | Jumlah Penduduk | Keterangan |
| 1 | Taman Kanak-kanak | 90 | |
| 2 | SD | 1.505 | |
| 3 | SLTP | 602 | |
| 4 | SLTA/SMK | 33 | |
| 5 | Akademi/D1-D3 | - | |
| 6 | Sarjana S1 | 21 | |
| 7 | Pasca Sarjana S2-S3 | - | |
| Jumlah | 2.251 | ||
Jumlah Penduduk menurut Mata Pencaharian
Mata pencaharian penduduk di Desa Dlimas sebagian besar masih berada di sektor pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memegang peranan penting dalam bidang ekonomi masyarakat. Data menurut mata pencaharian penduduk dapat dilihat pada Tabel berikut ini:
Tabel 3
Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
| No | Mata pencaharian | Jumlah Penduduk | Keterangan |
| 1 | Petani | 417 | |
| 2 | Buruh Tani | 310 | |
| 3 | Pegawai/Wiraswasta | 29 | |
| 4 | Pegawai Negeri | 15 | |
| 5 | TNI/POLRI | - | |
| 6 | Pensiunan | 4 | |
| 7 | Peternak | 5 | |
| 8 | Pengrajin | - | |
| 9 | Jasa | - | |
| 10 | Tukang | 45 | |
| 11 | Pekerja Seni | - | |
| 12 | Lain-lain | - | |
| 13 | Tidak bekerja/Penganggur | 25 | |
| Jumlah | 830 | ||
Keadaan Sosial Desa Dlimas
Mayoritas mata pencarian penduduk Desa Dlimas bergerak dibidang pertanian. Permasalahan yang sering muncul berkaitan dengan mata pencaharian penduduk adalah terbatasnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan tingkat perkembangan penduduk sebagaimana tertuang dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Batang. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan desa adalah melakukan usaha perluasan kesempatan kerja dengan melakukan penguatan modal dan fasilitasi sebagai modal untuk pengembangan usaha khususnya di ekonomi produktif. Tingkat angka kemiskinan Desa Dlimas yang masih tinggi menjadikan Desa Dlimas harus mencari peluang lain yang dapat menunjang peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Banyaknya kegiatan Ormas di Desa Dlimas seperti RT, LPMD, PKK, Karang Taruna, Remaja Masjid, Jamiyah Yasin, Dharma wanita, Posyandu, Kelompok Arisan, Kelompok tani, kelompok ternak merupakan aset desa yang bermanfaat untuk dijadikan media penyampaian informasi dalam setiap proses pembangunan desa pada masyarakat.
Tabel 4
Kesejahteraan warga Desa Dlimas
| No | Uraian | Jumlah | Keterangan |
| 1 | Penduduk Sangat Miskin | ± 20 KK | |
| 2 | Penduduk Miskin | ± 108 KK | |
| 3 | Penduduk Sedang | ± 566 KK | |
| 4 | Penduduk Kaya | ± 5 KK |
Tabel 5
Tabel warga yang tidak bekerja/menganggur
| No | Uraian | Jumlah | Keterngan |
| 1 | Penduduk Usia 15-55 tahun | 25 orang | |
| 2 | Angkatan Kerja 15-55 tahun | 805 orang |
Tabel 6
Fasilitas Pendidikan
| No | Fasilitas Pendidikan | Jumlah | No | Fasilitas Kesehatan | Jumlah |
| 1 | Gedung TK/RA | 2 | 3 | Pokesdes | 1 |
| 2 | Gedung SD/MI | 2 | 4 | Posyandu | 4 |